hukum perdagangan valas dalam islam

kesepakatan antara penjual dan pembeli atau harga pasar ( market rate ). Realitas ketidakseimbangan arus moneter dan arus barang/jasa tersebut, mencemaskan dan mengancam ekonomi berbagai negara. Secara makro ekonomi dan kemaslahatan umum ( maslahah amah ) dengan bertambahnya cadangan dan pemasukan devisa di Tanah Air, melepaskan devisa yang tersimpan tanpa menunggu tingginya nilai kurs Dolar atau valas lainnya akibat sentimen pasar akan lebih baik mengalihkannya pada simpanan ataupun investasi di berbagai. Berjanji untuk menukar mata uang asing dengan mata uang setempat pada waktu tertentu dan dengan harga yang ditetapkan, hukumnya jaiz. Mata uang selain dinar dan dirham itu disebut uang nominal yakni angka yang tertulis pada uang nominal tidak sesuai dengan harga material (intrinsik) uang tersebut.

Hukum perdagangan valas dalam islam
hukum perdagangan valas dalam islam

Ulama kontemporer juga menolak transaksi ini karena kedua transaksi itu terkait (adanya semacam taalluq ) dan merupakan satu kesatuan sebagaimana difatwakan oleh Dewan Syariah Nasional-MUI. Oleh karena itu jual beli maupun bisnis valas harus dilakukan dalam secara kontan ( spot ) atau kategori kontan. Ekonomi syariah juga melarang transaksi swap. Pada dasarnya jual beli valas dibolehkan, bila jual beli itu dimaksudkan untuk kebutuhan transaksi sektor riil (barang dan jasa misalnya untuk membayar barang-barang yang diimport kepada eksportir luar negeri atau untuk berpergian dan belanja di luar negeri.2. Menurut ekonomi Islam, transaksi valas hanya dibenarkan apabila digunakan untuk kebutuhan sektor riel, seperti membeli barang untuk kebutuhan import, berbelanja atau membayar jada di luar negeri, sebagaimana yang dibutuhkan para jamaah haji, dan sebagainya. Sebab saudari tidak berspekulasi di sini melainkan menyesuaikan harga pasar yang pas dengan aset yang saudari miliki dan hak individu atas hartanya dilindungi dalam Islam sesuai kaidah syariah hifdzul maal dan tidak boleh dirugikan oleh siapa pun ( la dharara wa laa dhirar ).

Contohnya dengan margin 10 untuk transaksi US 1 juta, pembeli harus menyerahkan dana US100.000. Apabila uang yang ditukar itu emas, maka harus memenuhi syarat; Pertama, sama beratnya atau sama timbangan. Bahkan jika kebetulan bertepatan dengan libur akhir pekan, serah terima itu baru dapat terlaksana setelah 96 jam kerja. As-Saih, Ahkamul Uqud wal Buyu fil Fiqh :112,.